surowidjojo.com

Changes in Waiting

Selamat Datang di Blog Surowidjojo

October 16, 2008

dsc02172

Selamat datang di blog surowidjojo.com. Banyak kejadian menarik di negeri ini yang mengharuskan concerned citizens untuk mau tidak mau melibatkan diri, karena ini menyangkut nasib ke depan bangsa dan kelangsungan Republik. Agenda anti korupsi yang terkesampingkan, hukum yang berada dikendali orang-orang yang anti hukum,  kebijakan penyelamatan sektor keuangan yang di politisir, dan keajegan pembangunan sistim politik dan demokrasi serta komunikasi politik yang memprihatinkan.

Pendapat yang dimuat dalam blog ini sama sekali tidak mencerminkan pandangan atau opini firma, perusahaan atau lembaga dimana saya terafiliasi, dan karenanya semua pendapat disini merupakan pendapat dan tanggung jawab pribadi saya sendiri.

Feature e-learning FHUI pada blog ini dimaksudkan sebagai komunikasi dan proses belajar mahasiswa …


Kebuntuan Hukum dan Premanisme

April 29, 2013

Beberapa peristiwa yang muncul belakangan ini, dan cukup mengejutkan banyak pihak, melibatkan fenomena tindakan main hukum sendiri. Yang paling menonjol tentunya adalah eksekusi liar oleh sejumlah anggota militer di dalam penjara Cebongan, Yogyakarta, atas sejumlah tersangka yang diduga melakukan pengeroyokan sampai mati terhadap seorang intel militer. Mereka yang dieksekusi diduga adalah para preman yang belakangan sering mengacau keamanan dan ketenteraman Yogyakarta.

Eksekusi terhadap preman bukan hal baru. Awal tahun 1980’an, Soeharto memerintahkan tindakan gabungan militer dan polisi untuk melakukan tindakan terkoordinasi terkait dengan tingginya angka kriminalitas waktu itu. Hasilnya preman besar dan kecil, termasuk centeng pasar, diciduk dan sebagian dieksekusi. Tidak jelas siapa pelakunya, sehingga mereka dinamai “petrus” atau penembak misterius. Reaksi masyarakat beragam. Sebagian awam yang telah merasakan …


Kekerasan; Bukan Jalan Keluar

January 14, 2013

Akhir tahun 2012 rupanya akan ditutup dengan kesan miris bahwa kekerasan masih dipilih oleh banyak orang atau sekelompok orang sebagai jalan keluar dari bentuk kekerasan lainnya, baik yang namanya represi oleh penguasa di negara-negara yang sedang bergolak, penindasan hak-hak dasar dimana-mana, problem sosial yang terus menekan kejiwaan umat, tekanan ekonomi yang tak kunjung mensejahterakan, konflik-konflik horizontal, sampai problem keluarga dan hubungan antar personal yang kaya konflik. Tetapi, paling tidak kiamat seperti dipersepsikan oleh banyak pengamat dan penulis barat atas ramalan bangsa Maya memang tidak terjadi, karena bangsa Maya sendiri tidak meramalkan kiamat, hanya sekedar pergantian era atau bakun setiap beberapa ribu tahun Maya. Penembakan membabi-buta di kota Newtown, Connecticut, AS, yang membunuh 20 murid-murid kecil dan sejumlah 6 guru …


somalindo

December 02, 2012

Ketika serombongan penguasaha dan profesi beraudiensi kehadapan seorang pejabat tinggi negara yang dikenal jujur dan reformis, beliau menyambut dengan sapaan sinis: “welcome to the lawless country, country with no legal certainty.” Rombongan yang datang menghadap tentu agak terkejut, karena tujuan audiensi justru untuk memohon ditegakkannya “rule of law” dan diberikannya keadilan atas persoalan investasi mereka, dan juga justru karena sinisme tersebut datang dari petinggi yang sangat dihormati, bahkan dianggap sebagai pembela tegaknya demokrasi dan dilakukannya perubahan besar-besaran atas sistem politik, ekonomi, hukum dan kebijakan pembangunan kita. Sejenak, harapan para penghadap sirna begitu saja. Ketika rombongan yang sama berbicara dengan petinggi salah satu perusahaan besar di Eropa Utara, pengusaha besar tadi mengatakan, juga dengan nada sinis, bahwa perlakuan yang diberikan kepada …


Perilaku, dan Suara Rakyat

October 18, 2012

Ketika Indonesia dibanjiri pujian sebagai salah satu negara (baca: ekonomi) yang paling pesat pertumbuhannya di antara banyak negara di dunia yang sampai saat inipun masih diliputi resesi global, bahkan Indonesia diperkirakan sekarang menempati posisi negara ke 15 yang terbesar ekonominya di dunia (terbesar di Asia Tenggara, dan menjadi salah satu negara yang bisa menandingi pertumbuhan emerging markets termasuk negara-negara BRICS kecuali Cina), maka kita bertanya-tanya dalam hati, mengapa masih begitu banyak elit yang sengaja atau tidak sengaja, mungkin dengan tanpa niat atau dengan niat jahat, merusak citra Indonesia. Citra yang baik Indonesia yang kemudian mendulang banyak pujian dari sektor publik dan swasta dunia, dan membawa dampak pertumbuhan ekonomi yang mengesankan, banyak dipengaruhi oleh: (1) proses demokratisasi yang terjadi selama 14 …


Jakarta Memilih

September 21, 2012

Jakarta disebut banyak orang sebagai Indonesia versi mini atau juga barometer Indonesia. Apa yang terjadi di Jakarta dianggap merefleksikan secara umum apa yang terjadi di Indonesia. Kebijakan publik banyak digodok di Jakarta. Pusat pemerintahan, parlemen, judisial, ekonomi dan bisnis berada di Jakarta. Carut marut politik dan korupsi tingkat tinggi banyak terjadi di Jakarta. Sengketa politik dan bisnis yang bersifat nasional terjadi dan diselesaikan di Jakarta. Ukuran keberhasilan dan pertumbuhan ekonomi juga menggunakan statistik yang diambil dari dinamika Jakarta. Jumlah penduduk Jakarta (9.6 juta berdasarkan sensus 2010) dengan tingkat pendapatan per kapita $ 3,458, dengan jumlah kelas menengah yang signifikan dengan diversitas yang tinggi, merupakan aset nasional yang menentukan masa depan Indonesia. Menurut Brooking Institute, Jakarta merupakan salah satu kota metropolitan …


The Failed States

June 25, 2012

Akhir-akhir ini diskusi hangat terjadi diantara kita, banyak terpicu oleh terbitnya laporan The Fund for Peace (FP) mengenai negara-negara yang dianggap yang gagal (www.fundforpeace.org). Sebagaimana ditampilkan dalam websitenya, FP mengklaim dirinya sebagai:

“an independent, nonpartisan, 501(c)(3) non-profit research and educational organization that works to prevent violent conflict and promote sustainable security. We promote sustainable security through research, training and education, engagement of civil society, building bridges across diverse sectors, and developing innovative technologies and tools for policy makers. A leader in the conflict assessment and early warning field, the Fund for Peace focuses on the problems of weak and failing states. Our objective is to create practical tools and approaches for conflict mitigation that are useful to decision-makers.”

Pernyataan diri diatas …


Justice Delayed, Justice Denied

May 04, 2012

blind-justice-notKita baru saja mendengar kabar, para hakim mengancam akan mogok kerja. Ini artinya mereka mau menolak untuk menyelenggarakan sidang. Artinya lagi, mereka bermaksud menolak membuat keputusan. Lebih serius lagi, mereka karenanya lantas ingin menolak keadilan ditegakkan, menolak hukum dilaksanakan, menolak hak-hak dasar individu dan institusi dihargai, serta menolak pelaku perbuatan jahat dihukum setimpal.

Namun, rasanya tidak adil bagi kita untuk begitu saja menghukum para hakim tanpa mengetahui akar masalah mengapa mereka dianggap menolak hukum ditegakkan, dan membiarkan keseimbangan dan harmoni dalam masyarakat terganggu. Alasan mereka sederhana, janji eksekutif untuk memperbaiki sistem imbalan hakim tertunda atau sengaja ditunda selama bertahun-tahun, setelah penantian yang begitu panjang, setelah para hakim merasa menjalani reformasi yang …


Calon Independen

May 02, 2012

faisal-basri-1Pemilihan umum (pemilu) yang bebas dan terbuka semula diharapkan menjadi satu fondasi penting yang menjamin kehidupan bernegara yang demokratis. Diakui bahwa pemilu merupakan salah satu prasyarat atau bahkan pilar sebelum suatu negara bisa dikatakan mempunyai sistem integritas nasional. Pemilu disisi lain mengundang risiko bahwa yang terpilih menjadi pemenangnya adalah justru orang dan sekelompok orang yang jauh dari karakter, peri-laku dan praktek harian sebagai mereka yang bersih dan punya integritas tinggi. Pemilu juga karenanya tidak menjamin bahwa orang-orang terpilih itu akan menjalankan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN, melaksanakan amanat konstitusi dan bekerja untuk kepentingan publik tanpa membedakan latar belakang mereka, baik agama, sosial, ideologi politik, budaya, etnis, gender, dan warna …


fit & proper test

April 22, 2012

Semangat berpraktik demokratis, kesetaraan, dan cara kerja berdasarkan sistem merit sejak awal reformasi, membawa kita pada keadaan sekarang ini, dimana untuk posisi-posisi penting jabatan publik kita ditarik ke pusaran ‘asyik masyuk’ melakukan proses “fit and proper test” (FPT) secara berlapis.

Dimulai dengan pembentukan panitia seleksi (pansel), yang juga sudah mengundang masalah, karena dilakukan dengan penunjukan langsung oleh pemerintah yang menyertakan berbagai unsur birokrasi, profesional dan wakil masyarakat yang belum tentu punya kualitas lebih baik dari yang dipilih; kemudian pansel melakukan saringan administrasi, cek latar belakang, tes kejiwaan, sampai mewajibkan pembuatan makalah, dan kemudian mengundang reaksi masyarakat luas yang mengetahui baik-buruk, cacat-keunggulan kandidat, dan akhirnya wawancara dengan calon kandidat yang terbuka untuk umum.

Belum cukup, kandidat yang terseleksi, biasanya dua kali lebih …